Skip to main content

Karya Tari KIRINCING JAGAT




KIRINCING JAGAT

Karya Tari Kreasi Bernuansa Tradisi Nusantara

 

A. Deskripsi Umum

Kirinçing Jagat merupakan karya tari kreasi baru yang terinspirasi dari kekayaan budaya tradisional Indonesia, khususnya dari akar seni pertunjukan Sisingaan yang berasal dari Subang, Jawa Barat. Karya ini memadukan unsur tradisi lokal dengan pendekatan koreografi kontemporer yang menggambarkan dinamika sosial, semangat pergaulan, serta identitas kolektif generasi muda Indonesia.

Diciptakan pada tahun 2017, karya ini mengusung konsep lintas budaya Nusantara yang dikemas secara kreatif dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya leluhur.

 

B. Tema Karya

Tema utama dalam tari Kirinçing Jagat adalah "Tari Pergaulan". Tema ini dipilih sebagai representasi interaksi sosial antar individu dalam masyarakat multikultural, yang mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, dan energi positif pemuda-pemudi sebagai generasi penerus bangsa.

C. Judul Karya

Judul karya ini, Kirinçing Jagat, berasal dari kata "kirincing" (bunyi lonceng kecil yang biasanya dikenakan di kaki penari) dan "jagat" (berarti dunia). Gabungan dua kata ini melambangkan semangat muda yang menggema dan menjangkau dunia melalui gerak dan irama.

D. Koreografer dan Penata Musik

Karya ini dikoreografikan oleh:
Sigit Febrianto, S.Sn, alumnus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yang juga merupakan koreografer aktif di Sanggar Seni Way Talatah, Subang.

Penata musik:
Arita Bagja DM, M.Sn, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang turut membangun atmosfer musikal dalam karya ini melalui aransemen musik digital berbasis audio rekaman.

E. Durasi Pertunjukan

Durasi pertunjukan tari Kirinçing Jagat adalah sekitar 10 (sepuluh) menit.

F. Sinopsis Tari

Karya tari Kirinçing Jagat merupakan bentuk ekspresi artistik yang menggambarkan semangat, dinamika, dan energi positif pemuda-pemudi dalam menjalin hubungan sosial yang harmonis. Gerak tari dalam karya ini diolah dari unsur-unsur gerak tradisi Sisingaan, serta unsur gerak dari berbagai daerah di Nusantara.

Proses koreografi dilakukan secara kreatif sehingga menghasilkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna budaya dan simbolik.

 

G. Properti, Tata Rias, dan Busana

1. Properti Tari

Properti utama dalam karya ini adalah golok, yang digunakan oleh penari laki-laki sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan karakter maskulin khas masyarakat Sunda.

2. Tata Rias dan Busana

a. Penari Laki-laki

  • Rias wajah: Karakter gagah dan kuat
  • Kostum:
    • Baju pangsi panjang tanpa kancing
    • Kaos polos warna putih
    • Celana pendek hitam selutut
    • Iket kepala (ikat kepala khas Sunda)
    • Sampur atau selendang yang diikat di pinggang
    • Samping dodot
    • Aksesori kalung
    • Aksesori kerincing (dipasang pada kaki)

b. Penari Perempuan

  • Rias wajah: Karakter anggun dan cantik
  • Kostum:
    • Kebaya panjang warna merah dengan kombinasi hitam
    • Kemben warna hitam
    • Stagen
    • Samping
    • Selendang
    • Celana tayet berwarna hitam
    • Rambut disanggul dengan hiasan bunga
    • Aksesori melati dan bunga mawar
    • Aksesori kerincing (dipasang pada kaki)

H. Iringan Musik

Iringan musik dalam karya ini menggunakan format audio digital (MP3) yang telah direkam secara khusus untuk mendukung keseluruhan koreografi. Musik disusun dengan pendekatan dinamis, menyesuaikan intensitas dan ritme gerak tari.

 

 

I. Komposisi Penari

Pertunjukan Kirinçing Jagat ditarikan oleh 12 (dua belas) orang penari, terdiri atas:

  • 6 (enam) penari laki-laki
  • 6 (enam) penari perempuan

Komposisi ini dirancang secara seimbang untuk merepresentasikan keharmonisan antara energi maskulin dan feminin dalam konteks sosial-budaya.

J. Daftar Penari

Pada pementasan awal tahun 2017, karya ini dipersembahkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Seiring waktu, karya ini mengalami proses regenerasi, dan kini dipentaskan oleh siswa-siswi dari Sanggar Seni Way Talatah Subang, sebagai bagian dari pelestarian dan pewarisan karya seni kepada generasi muda.

Adapun formasi penari dalam pementasan terkini adalah sebagai berikut:

Penari Laki-laki:

  1. Taufik
  2. Irfan
  3. Raya Al Hafis
  4. Farid
  5. Adnan
  6. Opah Tegar

Penari Perempuan:

  1. Maisya
  2. Salsa
  3. Zahra
  4. Icha
  5. Kamelia
  6. Reva

 

K. Dokumentasi Visual

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

Dokumentasi Video

Comments

Popular posts from this blog

Biografi Pendiri Jawara Dance Studio

  Sigit Febrianto, S.Sn  merupakan seorang pelatih tari dan penari tradisional di Indonesia yang aktif dalam pengembangan dan pelestarian seni pertunjukan. Ia memperoleh gelar Sarjana Seni dari Program Studi Tari, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung —yang kini telah bertransformasi menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung) —pada tahun 2015 . Saat ini, ia tengah menempuh program Magister Penciptaan Seni (S2) dengan minat utama pada penciptaan tari di ISBI Bandung . Selain aktif berkarya sebagai seniman dan pendidik, Sigit Febrianto juga berperan dalam bidang keolahragaan, khususnya pada cabang Dance Sport . Ia dipercaya sebagai pelatih sekaligus anggota pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang , yang berfokus pada pembinaan prestasi dan pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga seni tari. Riwayat Pendidikan Sekolah Dasar (SDN Salep Komplek Suka Menak) , tahun 1996–2002 Sekolah Menengah Pertama ...

Uji Kompetensi

  Kegiatan   Uji Kompetensi   di   Sanggar Tari “Jawara Dance Studio”   merupakan bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk   menilai tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik   setelah mengikuti program pelatihan selama satu tahun. Uji kompetensi ini dilaksanakan   satu kali dalam setahun atau pada akhir setiap semester , sebagai bentuk penilaian menyeluruh terhadap perkembangan kemampuan teknis, artistik, dan pemahaman peserta dalam bidang seni tari. Melalui kegiatan ini, peserta didik diuji dalam berbagai aspek, meliputi  penguasaan teknik gerak tari, ketepatan irama, ekspresi dan penjiwaan, kemampuan koreografi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai estetika dan budaya yang terkandung dalam tarian . Selain aspek artistik, uji kompetensi juga menilai  kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika berkesenian  selama proses pelatihan berlangsung. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan di bawah pengawasan...